Jaringan Ikat

Jaringan ikat seperti tulang, tulang rawan, tendon, ligamen,  jaringan ikat fibrosa dan jaringan lemak berfungsi menyangga  dan menyatukan...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 08.02

Epithel berlapis banyak (stratified epithelium)

Epithel berlapis banyak(stratified epithelium) -  1) Epitel pipih berlapis banyak Epitel pipih berlapis banyak terdiri atas dua atau leb...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 16.04

Mekanisme gerak otot

Mekanisme gerak otot -  Serabut otot lurik terdiri atas kumpulan serabut-serabut halus yang disebut miofibril . Setiap miofilamen longitud...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 15.02

Protista Mirip Tumbuhan (Ganggang)

Protista mirip tumbuhan (ganggang) - Tubuh alga/ganggang tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Tubuhnya berupa thalus, sehi...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 20.04

Pengertian Kemosintesis

Pengertian Kemosintesis - Kemosintesis adalah reaksi biosintesis yang menggunakan energi dan reaksi kimia. Kemosintesis dapat dilakukan ol...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 15.56

Radiasi Pengion

Radiasi Pengion - Radiasi pengion, seperti sinar-X dan sinar gamma, memiliki lebih banyak energi dan kekuatan penetrasi dbandingkan radias...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 10.42

Kunci Identifikasi

Kunci Identifikasi -  Penggunaan kunci identifikasi merupakan cara yang paling sering digunakan untuk mengidentifikasi tumbuhan maupun hewa...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 20.22

Manfaat Mempelajari Klasifikasi

Manfaat Mempelajari Klasifikasi - Klasifikasi Makhluk hidup memberi manfaat bagi orang-orang yang ingin mengetahui keanekaragaman hayati. M...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 08.42

Kontrol Kardiovaskular

Kontrol Kardiovaskular - Sistem kardiovaskular berada di bawah pengaruh saraf yang berasal dari beberapa bagian otak, yang pada gilirannya...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 06.09

Jaringan Saraf

Jaringan Saraf -  Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang. Jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. ...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 07.55

Susunan Saraf Otonom Dan Irama Jantung

Susunan Saraf Otonom Dan Irama Jantung - Sistem hantaran khusus mendapat pelayanan saraf otonom simpatis dan parasimpatis. Simpul sinoatria...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 06.01

Berkas His

Berkas His - Berkas His terbagi menjadi dua cabang yaitu cabang berkas His kiri (“left bundle branch”) dan cabang berkas His kanan (“right...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 16.22

Simpul Atrioventrikular

Simpul Atrioventrikular - Letaknya di dekat annulus katup mitral dan di bagian belakang dekat deng...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 16.14

Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan Sekunder - Pertumbuhan sekunder terjadi pada tumbuhan parenial (tahunan) berkayu, misalnya pohon dan semak. Pertumbuhan sekund...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 08.54

Simpul Sinus dan Pacu Jantung

Simpul Sinus dan Pacu Jantung - Urutan normal bagian fungsional jantung yang berdenyut merupakan kontraksi atrium yang disusul dengan kontraksi ventrikel dan akhirnya relaksasi jantung. Periode kontraksi dan relaksasi ini terjadi dalam satu siklus jantung. Terjadinya denyut jantung akibat suatu sistem hantaran impuls, sangat khusus yang dimulai dari pusat pacu jantung (“cardiac pacemaker”) yang tertinggi di dalam atrium dan disebut sebagai simpul sinoatrial atau simpul sinus.

Simpul sinus dan Pacu Jantung

Sistem hantaran (impuls) jantung atau “Specialized Conducting System” (SCS) mampu menghasilkan impuls dan menghantarkan ke seluruh bagian sel otot jantung sehingga dimulai depolarisasi bagian-bagian jantung dan disusul kontraksi jantung. Pada dasarnya sistem hantaran khusus terdiri dari sel khusus seperti sel pacu jantung(sel P), sel Purkinje, sel transisional (sel T) dan myocardium sel. Sel-sel tersebut berhubungan satu sama lain melalui membran plasma dan “intercalated disc”. Dan telah bayak diketahui bahwa simpul sinus memiliki tingkat otomatisitas yang tertinggi dibandingkan dengan bagian-bagian SCS lainnya, dan selalu memproduksi impuls yang baru, sehingga menyebabkan jantung selalu berdenyut dengan irama yang ritmik. 

Di dalam Sistem Hantaran Khusus, sel-sel khusus yang menghasilkan “rapid inherent rhythm” disebut sebagai sel pacu jantung dan pada keadaan normal dominan di bagian simpul sinus. Tetapi pada keadaan tertentu, dengan simpul sinus tidak lagi memproduksi impuls, maka bagian lain SCS seperti simpul atrio-vetrikular, akan menggantikannya. Dengan ditemukannya simpul sinus oleh Keith dan Flack dan diperjelas fungsinya oleh penemuan Wybow dan Lewis, maka simpul sinus telah dipertahankan sebagai pacu jantung dengan “the first highest inherent rhythm” dan ini berarti bahwa simpul sinus mendominasi pengaturan irama jantung. Dengan demikian maka irama kontraksi otot-otot jantung dikendalikan oleh adanya alur-alur impuls yang diproduksi oleh simpuls sinus secara ritmik dan kemudian impuls dihantarkan ke otot-otot jantung melalui SCS. 

Sel myocardium, karena mengandung sel-sel khusus tersebut, mungkin memiliki sifat-sifat yang paling khas yaitu otomatisitas, “rhythmicity”, konduktivitas dan kontraktilitas. Otomatisitas jantung merupakan kemampuan sel myocardium untuk menghasilkan impuls mandiri secara ritmik dan mampu mempengaruhi perubahan-perubahan denyut jantung (aksi kronotropik); konduktivitas  jantung menempuh kemampuan sel myocardium untuk cepat menghantarkan impuls cepat, sedangkan kontraktilitas jantung menempuh kemampuan myocardium untuk berkontraksi sesuai dengan hukum kekuatan kontraksi otot dan bersifat generatif. 

Simpul sinoatrial yang terletak di atrium kanan dan di bawah epicardium dari sulcus terminalis memiliki morfologi berbentuk “cresentic structure” dan terbagi dalam bagian kepala, batang tubuh dan ekor. Panjangnya lima belas milimeter dan lebarnya lima milimeter (dari vena cava superior ke bagian tepi atrium) dan tebalnya dua milimeter yang diukur dari epicardium ke permukaan endocardium. Simpul sinus mendapatkan aliran darah dari arteri sinoatrial, yang merupakan cabang arteri circumflexa sinister sebanyak empat puluh lima persen dan arteri coronaria dexter sebanyak lima puluh lima persen. Impuls yang diproduksi di bagian simpul sinus akan disebarkan ke seluruh bagian jantung melalui SCS, yang diantara simpul sinus dengan simpul atrioventrikular terdapat “preferential internodal pathways” yang terdiri dari (1) cabang anterior (berkas cabang descendens Bachmann), (2) cabang berkas Wenkebach atau “midle internodal pathways”, dan (3) jaras Rhorl atau cabang posterior, sedangkan dari sinus terdapat cabang “by-pass” yang merupakan saluran yang berhubungan langsung dengan bagian distal simpul atrioventrikular. 
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 14.56

Sistem Neuroendokrin Difus (DNES)

Sistem Neuroendokrin Difus (DNES) - Studi terdahulu yang dilakukan pada sistem pencernaan membukti...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 13.46

Pengertian Imunositokimia

Pengertian Imunositokimia - Interaksi berafinitas tinggi di antara makro molekul adalah dasar dari ...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 13.26

Sistem saraf otonom

Sistem saraf otonom - Sistem saraf otonom adalah bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab te...
Posted by: Budiyanto
biologionline Updated at: 14.55