Hewan Invertebrata


Hewan Invertebrata - Invertebrata adalah kelompok hewan yang tidak memiliki tulang  belakang. Animalia yang termasuk dalam kelompok ini memiliki habitat yang sangat bervariasi, dari laut, sungai, darat, bahkan sampai pegunungan. Hewan ini kebanyakan memiliki umur yang relatif singkat. Jarang ada yang sampai berusia lebih dari satu tahun (Campbell 2003 : 23).


                                                           Berbagai hewan Invertebrata

Berdasarkan jenis simetri tubuhnya, invertebrata dapat dibedakan menjadi kelompok hewan bersimetri radial dan kelompok hewan bersimetri bilateral. Kelompok hewan tertentu disebut hewan bersimetri radial karena tubuhnya dapat dipotong menjadi dua bagian yang simetris melalui lebih dari satu arah. Oleh karena itu, tubuh hewan yang bersimetri radial biasanya bebrentuk silindris atau membulat. Bagian tubuh setelah atas yang dekat dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian sebelah bawah disebut bagian suboral (Heny 2007 : 51).

  Jika seluruh hewan yang ada di alam kita kelompokkan berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, maka sebagian besar akan termasuk kepada hewan yang tidak  bertulang (Invertebrata dan Avertebrata). Hewan intertebrata ada yang tersusun dari satu sel (uniseluler) dimana seluruh aktivitas kehidupannya dilakkukan oleh sel itu sendiri. Sedangkan hewan invertebrata yang tersusun oleh banyak sel (multiseluler/metazoa) sel-selnya mengalami diferensiasi dan spesialisasi membentuk jaringan dan organ tubuh dan aktivitasnya semakin komplek. Hewan yang termasuk pada invertebrata meliputi semua protozoa, yaitu hewan bersel satu dan sebagian metazoa yaitu hewan yang bersel banyak (Storer 1957 : 52).

Adapun kelompok hewan yang lain disebut hewan bersimetris bilateral karena tubuhnya dapat dipotong menjadi dua bagian yang simetris hanya melalui satu arah. Oleh karena itu, tubuh hewan yang bersimetri bilateral biasanya dapat dipotong menghasilkan dua bagian yang simetris dari arah kepala (cepal) lalu ke arah eklor (caudal) atau dari arah atas (superior) ke arah bawah (interior)    (Campbell 2003 : 24).

Berdasarkan tingkat perkembangan lapisan tubuhnya, invertebrata dapat dibedakan menjadi diploblastik dan triploblastik. Hewan diploblastik memiliki dua lapisa tubuh, yaitu endodermis (dalam) dan ektodermis (luar), misalnya Porifera dan Coelenterata. Berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh (selom), hewan triplobalstik dibedakan menjadi triploblastik aselomata, triplobalstik pseudoselomata, dan triplobalstik selomata (Dwidjoseputro 1990 : 14).

Hewan-hewan triploblastik aselomata memiliki tiga lapisan tubuh (ektodermis, mesodermis, dan endodermis)  dan tidak memiliki rongga tubuh, misalnya Platyhelminthes. Hewan-hewan golongan triploblastik  Pseu doselomata memilikitiga lapisan tubuh (ektodermis, mesodermis, dan endodermis) yang memiliki ronga dalam saluran tubuh misalnya Nemathelminthes. Hewan-hewan triploblastik selomata memiliki tiga lapisan tubuh (ektodermis, mesodermis, dan endodermis) serta memilii ronga tubuh yang terisi oleh cairan dan ada penggantung organ (disebut mesenteron), misalnya Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata (hewan bertulang belakang)  ( Soemarwoto 1998 : 45).

Hewan-hewan yang termasuk kelompok invertebrata, antara lain Porifera (hewan berpori), Coelenterata  (hewan berongga), Platyhelminthes (cacing pipih), Nemathelminthes (cacing benang), Annelida (cacing gelang), Mollusca (hewan bertubuh lunak), Artrhopoda (hewan yang memiliki kaki bersendi-sendi) dan Echinodermata (hewan berkulit duri) (Campbell  2003 : 26).

Contoh Crustaceae yaitu Penaeus monodon yang mempunyai bentuk struktur morfologinya dimulai dar bagian depan yang disebut dengan Cephalothorax yaitu bagian kepala yang berstau dengan dada dan terdiri dari beberapa anggota bagian. Pada bagian belakang yang bersegmen disebut dengan abdomen bak dibagian depan maupun bagian belakang terdapat kaki yang beruas-ruas. Jumlah abdomen segmen pada abdomen udang, jumlah paang kaki pada bagian Cephalothorax dan jumlah pasang kaki pada bagian abdomenya (Aminasih 2010 : 59).

Cangkang Gastropoda tumbuh diujungnya secara berputar smacam spiral makin lama makin membesar, seperti kerang dara, dimana cangkang hewan ini memiliki dua kiri dan kanan yang dihubungkan oleh engsel pada baian dorsal. Cangkang tadi tumbuh dari bagian umbo yaitu tonjolan yang dekat engselnya. Kemudian umbo dari Lamellibranchiata selalu membelok menuju arah depan atau anterior (Kimbal 190 : 1).

Filum Annelida diklasifikasikan dalm kelas Polychaeta, Oligochaeta dan Huridinae. Cacing Polychaeta kebanyakan hidup dilaut, Hirudinae adalah bangsa lintah bangsa lintah dan contohnya Oligochaeta adalah cacing tanah Lumricus sp, Pheretima sp. Contoh lain Oligochaeta adalah cacing Tubifex sp yang banyak hidup di air kotor, cacing ini hidup berkelompok dengan kepala bagian epan masuk lumpur untuk mencari makan an bagian ekor selalu bergerak di air untuk mendapatkan oksigen sebanyak mungkin (Setiawan 2010 : 59).

Inseta atau Hexapoda terbagi menjadi dua yaitu Apterygota serangga tidak bersayap, tidak bermetamorfosis, kepala, dada, perut tidak jelas perbedaannya, mulut menggigit, contoh : Lepisma (kutu buku). Pterygota serangga bersayap yang terdiri dari beberapa ordo antara lain yaitu, Odonata : capung, Orhoptera : belalang sembah, Isoptera/Archiptera : rayap, hemiptera: walang sangit dan kutu busuk, Homoptera: kutu kepala, Coleoptera : kepik air, Lepidoptera: kupu gajah, Diptera : lalat rumah, Shiponoptera : kutu kucing, dan Hymenoptera : lebah madu (Aminasih 2010 : 57) .