Klasifikasi Vertebrata



Klasifikasi Vertebrata - Sub filum Vertebrata terdiri dari dua superkelas yaitu Agnatha dan Gnathostomata. Superkelas Agnatha meliputi berbagai hewan Vertebrata yang tidak mempunyai rahang, misalnya belut lamprey. Lamprey hidup di air tawar dan air laut dan hidup parasit dengan menempel dan mengisap darah ikan lain. Superkelas Gnathostomata meliputi berbagai hewan Vertebrata yang mempunyai rahang, dibagi menjadi enam kelas yaitu Chondrichthyes, Osteichthyes, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia. 

Hewan Vertebrata

1) Chondrichthyes
Chondrichthyes meliputi berbagai jenis ikan bertulang rawan yaitu berbagai hiu dan ikan pari. Karena tidak mempunyai tulang, maka hewan ini tidak mempunyai sumsum tulang tempat pembuatan darah merah, sehingga darah merah dibuat di limpa dan kelenjar di sekitar organ kelamin serta pada organ khusus yang disebut organ leidig. Selain itu ikan ini mempunyai organ khusus lain yang disebut organ epigonal yang berfunsi sebagai sistem imunitas/kekebalan.

Tubuhnya mempunyai 5 – 7 celah insang yang tidak ditutupi oleh operkulum, terletak pada kedua sisi faring. Tubuhnya dilapisi kulit yang ditutupi oleh sisik plakoid. Sisik plakoid tersusun oleh bahan tulang yang dilapisi email, sehingga jika kamu meraba kulit ikan Chondrichthyes akan terasa kasar.

Pada mulut ikan hiu terdapat gigi yang merupakan modifikasi sisik yang mengalami pergantian secara tak terbatas. Tidak semua ikan hiu bersifat predator. Hiu putih raksasa memakan plankton dan makhluk hidup laut kecil lainnya (filter feeder). Contoh Chondrichthyes adalah Chimaera sp. (ikan tikus), Isurus oxyrinchus (hiu Atlantik), Eugomphodus cuvier (hiu macan), Pristis pectinata (hiu gergaji), Raja erinacea (ikan pari), dan Carcharodon carcharias (hiu putih raksasa).

2) Osteichthyes
Osteichthyes meliputi berbagai jenis ikan bertulang keras atau bertulang sejati. Terdapat sekitar 29.000 jenis yang masih hidup sehingga Osteichthyes merupakan kelas terbesar dari Vertebrata. Ilmu yang mempelajari ikan dan kehidupannya disebut iktiologi. Bentuk tubuh, ukuran, tempat hidup, dan cara hidup bermacam-macam. Tubuhnya ditutupi oleh sisik bertipe sikloid dan stenoid. Ikan bertulang sejati mempunyai alat-alat yang berkembang baik, seperti sistem pencernaan, sistem sirkulasi dengan jantung beruang dua, alat pernapasan menggunakan insang, mempunyai otak dan sistem saraf, sistem otot, alat ekskresi berupa ginjal, dan sistem reproduksi. Ikan ini juga mempunyai gelembung renang berupa kantong udara pada rongga perut untuk membantu mengapung dan alat bantu pernapasan. Selain itu ikan bertulang sejati mempunyai gurat sisi atau linea lateralis untuk mengetahui tekanan air. Contohnya adalah Salmo salar (ikan salmon Atlantik), Trichogaster trichopterus ikan sepat mutiara), Scleropages formosus (arwana), dan Achiroides melanorhynchus (ikan lidah).

3) Amphibia
Saat ini diketahui sekitar 6.000 jenis Amphibia yang masih hidup. Ilmu yang mempelajari Amphibia disebut herpetologi. Amphibia meliputi berbagai jenis katak, kodok, salamander, dan Amphibia tak berkaki. Amphibia hidup di air dan di darat (amphibia = dua kehidupan). Dalam daur hidupnya mengalami metamorfosis. Telur menetas menjadi kecebong yang hidup di perairan (bernapas dengan insang), kemudian kecebong tumbuh menjadi Amphibia dewasa yang hidup di darat. Amphibia yang hidup di darat bernapas dengan paru-paru dan dibantu dengan pertukaran udara melalui seluruh permukaan tubuh. Kulit Amphibia licin, tidak bersisik, dan mempunyai banyak kelenjar yang menghasilkan semacam lendir untuk membasahi kulit. Kulit yang selalu basah ini efektif untuk terjadinya pertukaran udara. Beberapa jenis katak menghasilkan racun pada kulitnya. Sistem peredaran darah tertutup dengan jantung beruang tiga (dua serambi dan satu bilik). Hewan ini bersifat oikiloterm yaitu suhu tubuh diatur menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Amphibia bereproduksi secara seksual dengan fertilisasi eksternal. Contoh: Bufo viridis (bangkong), Rana cetesbina (katak sawah), Dendrobates azureus (katak beracun), Salamandra salamandra, (salamander api), dan Notophthalmus viridescens (kadal salamander merah).


4) Reptilia
Reptilia hidup di darat, tubuhnya ditutupi sisik yang tebal, mengandung zat keratin sehingga tidak dapat ditembus air. Sisik ini merupakan skeleton yang berfungsi sebagai pelindung tubuh. Dalam hidupnya beberapa jenis Reptilia mengalami pergantian kulit/ekdisis. Reptilia bernapas dengan paru-paru. Pada Reptilia yang hidup di perairan mempunyai kulit yang permeabel dan mempunyai insang di dekat anus. Sistem sirkulasi tertutup dengan jantung mempunyai empat ruang namun belum tersekat sempurna. Sistem saraf lebih berkembang dibandingkan Amphibia. Hewan ini berkembang biak secara seksual, bersifat ovipar atau ovovivipar. Reptilia merupakan hewan poikiloterm.

Telurnya dibungkus cangkang dari zat kapur. Reptilia meliputi berbagai jenis buaya dan aligator (23 jenis dari ordo Crocodilia), tuatara yang hanya ada di Selandia Baru (2 jenis dari ordo Rhynchocephalia), berbagai cicak, kadal, dan ular (sekitar 7.000 jenis dari ordo Squamata), dan kura-kura (300 jenis dari ordo Chelonia). Beberapa ordo yang lain meliputi jenis-jenis Reptilia yang telah punah, misalnya Ichthyosauria, Pterosauria, Ornithischia, dan Therapsida.

5) Aves
Aves meliputi berbagai jenis burung. Saat ini terdapat sekitar 10.000 jenis burung yang masih hidup sehingga merupakan kelompok Vertebrata darat yang paling banyak. Tubuh burung ditutupi bulu dan kebanyakan dapat terbang, hewan diurnal (aktif pada siang hari) dan beberapa jenis nokturnal (aktif pada malam hari, misalnya burung hantu). Sayap burung dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu plumae, plumulae, dan filoplumae. Burung merupakan hewan homeoterm, yaitu hewan yang menjaga suhu tubuh selalu tetap pada kisaran tertentu meskipun suhu lingkungan berubah. Kemampuan terbang didukung oleh struktur yang disebut pundi udara yang berfungsi untuk membantu pernapasan ketika terbang, membantu meringankan tubuh, dan memperkeras suara burung. Makanan burung bervariasi, misalnya madu, biji, tumbuhan, serangga, ikan, mamalia, bangkai, bahkan burung lain. Beberapa jenis burung melakukan migrasi pada musim musim tertentu untuk mendapatkan habitat yang optimal. Ciri khas kelompok burung adalah mempunyai paruh yang keras dan tidak bergigi, merupakan hewan ovipar dengan telur dilindungi cangkang yang keras, laju metabolisme tinggi, jantung terdiri dari empat ruang yang tersekat sempurna, dan mempunyai tulang yang ringan namun kuat.

Burung mempunyai ciri khas, yaitu suhu tubuh yang tidak tergantung pada Iingkungan (hewan yang homoiotherm), mempunyai sayap yang berfungsi untuk terbang dan mengerami telurnya. Contoh: Columba livia (merpati), Gallus gallus (ayam), Struthio camelus (burung unta), Haliaeetus leucocephalus (elang), dan Leucopsar rothschildi (jalak bali).


6) Mammalia
Mammalia meliputi sekitar 5.500 jenis hewan (termasuk manusia) yang ciri khasnya mempunyai kelenjar susu dan tubuh ditutupi oleh kulit yang berambut. Mempunyai dua pasang alat gerak yang dapat mengalami modifikasi untuk memegang, berjalan, lari, memanjat, menggali, berenang, atau terbang. Otak Mammalia berkembang lebih baik dari hewan yang lain dan membentuk struktur khas yang disebut neokorteks. Gigi mamalia juga mengalami diferensiasi sesuai dengan jenis makanannya. Sistem peredaran darah tertutup, jantung terdiri dari empat ruangan, dan bernapas dengan paru-paru. Embrio Mammalia berkembang di dalam rahim dan hewan betina menghasilkan susu untuk memeliharan anak yang baru lahir hingga usia tertentu. Umumnya hewan Mammalia bersifat vivipar, kecuali platipus (Ornithorynchus sp) bersifat ovipar. Mammalia dibagi atas beberapa ordo yaitu Monotremata (hewan berparuh yaitu platypus dan ekidna), Marsupialia (hewan berkantong, misalnya kangguru, kuskus, dan oposum), dan Placentalia (hewan yang mempunyai plasenta ketika embrio)